Tampilkan postingan dengan label SABUN PADAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SABUN PADAT. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Mei 2014

SABUN ANTI NYAMUK HERBAL


TANAMAN ANTI NYAMUK
1. ZODIA (EVODIA SUAVEOLENS)
Tanaman ini aslinya berasal dari Papua (Irian). Orang Papua biasa menggosok kulitnya dengan dedaunan tanaman ini agar terlindung dari serangga dan nyamuk. Tanaman zodia termasuk famili Rutaceae, mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Dan bila disuling mengeluarkan zat yang mengandung linalool dan apinene. Zat linalool inilah yang berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin.
2. BUNGA GERANIUM ( PELARGONIUM CITROSA )
Bunga Geranium merupakan tanaman perdu. Dikenal juga sebagai Cranesbill.Jenis tanaman ini mengandung aroma zat Citronella yang mudah merebak memenuhi udara sekitarnya bila tertiup angin, atau daunnya digoyang pakai tangan. Sangat mudah ditanam di dalam pot atau langsung di tanah. Jika di tanam dalam pot bisa di pindahkan ke dalam ruangan yang diinginkan. Geranium biasa juga disebut Tapak Dara tumbuh merumpun, banyak anakan. Daunnya hijau, berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daun bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan. Tanaman ini dulunya cukup mudah ditemukan di sekitara kawasan Bandung dan Sukabumi
3. SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS)
Selama ini sering digunakan sebagai bumbu masak atau campuran ramuan jamu herbal. Tanaman yang termasuk bangsa rumput-rumputan ini juga bisa digunakan sebagai tanaman pengusir nyamuk, terutama batang dan daunnya. Untuk mengusir nyamuk, bisa dengan membakar batang serai dengan lilin dalam ruangan. Serai Wangi memiliki aroma khas yang mengandung zat geraniol, metilheptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan yang utama adalah zat sitronelal, karena zat sitronelal mengandung Zat yang memiliki sifat racun kontak. Sebagai racun kontak, zat ini dapat menyebabkan kematian akibat kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh nyamuk kekurangan cairan.Dan ekstrak zat ini telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan lotion pengusir nyamuk. Perbanyakan tanaman ini dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Poting sebagian daun stek atau kurangi hingga 3 – 5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan tinggalkan sekitar 2,5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah.

4. BUNGA LAVENDER (LAVANDULA ANGUSTIFOLIA)
Bunga ini sering digosokkan di tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Tanaman ini asalnya dari Pegunungan Alpen di Negara Swiss, berwarna ungu, bergerombol di ujung tangkai. Aromanya membuat nyamuk pusing, karena mengandung zat linalool dan lynalyl acetate, dan kedua zat ini bisa diperoleh dengan proses penyulingan jika ingin di buat menjadi bahan obat anti nyamuk. Tampilan bunga ini memang menarik, bunganya berwarna ungu kecil-kecil. Bunga ini dapat diperbanyak dengan menggunakan bijinya. Biji-biji yang tua dan sehat disemaikan. Bila sudah tumbuh, dipindahkan ke polybag. Ketika tingginya mencapai 15 – 20 cm. Minyak ekstrak lavender sering digunakan untuk aroma therapy, tanamannya dapat ditanam dalam pot atau langsung di tanah.
Hariyantowijoyo.blogspot.com
5. BUNGA ROSEMARY (ROSMARINUS OFFICINALIS)
Rosemary merupakan sebuah tanaman yang tahan penyakit dan hama, yang dapat ditumbuhkan melalui pencangkokan.Aromanya menyerupai minyak telon, dan tidak disukai oleh nyamuk. Dapat tumbuh dengan baik di bawah sinar mantahari dan membutuhkan air yang cukup. Cocok ditanam dalam pot atau di tanah dekat jendela bahkan dekat pintu. Selain perawatannya yang sangat mudah, tanaman rosemary ini sangat kuat dan tahan terhadap serangan hama
6. SELASIH
Orang Eropa secara tradisional mengenal Selasih, O. basilicum ("basil" atau "sweet basil") sebagai rempah yang diwariskan dari tradisi Yunani Kuno. Di India, selasih yang paling dikenal adalah "tlasi" atau "tulasi" ("holy basil", O. tenuiflorum syn. O. sanctum). Nama Melayu selasih diambil dari nama ini melalui bahasa Sanskerta. Warga Indocina dikenal menggunakan berbagai kultivar selasih. Di Thailand dan negara-negara lain setempat dikenal "horapa" ("Thai basil", O. basilicum convar. Thyrsiflorum) dan "manglak" ("Thai lemon basil", O. ×citriodorum). Horapa populer sebagai bagian dari menu Vietnam, misalnya pada sup sapi phở. Dan di Indonesia dikenal sebagai kemangi. Selasih, Tlasih, Basil atau Basilukum (Ocimum) adalah segolongan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan daunnya, bunganya dan bijiannya sebagai rempah-rempah serta penyegar (Tonikum). Memiliki aroma bau yang khas. Kadang-kadang langu, harum atau manis, tergantung kultivarnya. Bahkan ada yang dapat membuat mabuk. Tanaman ini berguna untuk mengusir nyamuk.
7. CITROSA MOSQUITO FIGHTER
Tumbuhan ini berasal dari Belanda, dan sangat menyukai sinar matahari. Cukup mudah perawatannya dan tidak memerlukan perlakuan khusus, cukup hanya dengan air dan pupuk. Saat disentuh tumbuhan ini mengeluarkan bau lemon yang sangat kuat yang akan mengusir serangga dan nyamuk. Hariyantowijoyo.blogspot.com
8. MINTROSA LADY DIANA
Tumbuhan ini berasal dari Belanda,perawatannya sangat mudah dan biasa dijadikan tanaman penghias rumah. Tumbuhan ini mengeluarkan aroma bau yang sangat kuat dan tidak disukai nyamuk.
9. BUNGA MARIGOLD (TAHI AYAM)
Berasal dari Mexico dan Guatemala. Ada dua jenis Marigold, yaitu Tagetes Erecta (African Marigold) dan Tagetes Patula (Dwarf French Marigold), di Indonesia dikenal dengan nama Bunga Tahi Ayam. Karena aroma baunya yang sungguh tidak sedap. Biasanya tanaman ini ditanam sebagai penghias jalan-jalan taman. Hariyantowijoyo.blogspot.com
Hariyantowijoyo.blogspot.com
10. AKAR WANGI
Tumbuhan ini bisa digunakan untuk mengendalikan populasi nyamuk demam berdarah, karena aroma baunya yang menyengat cukup mematikan bagi nyamuk jenis itu.
11. KECOMBRANG
Kecombrang, Kantan atau Honje (Etlingera eliator, yang sinonim Nicolaia Elatior, Phaemoria Speciosa) adalah jenis tumbuhan rempah dan merupakan tanaman tahunan berbentuk terna. Bunga, buah serta bijiannya dimanfaatkan sebagai sayuran dan bisa juga mengusir nyamuk. Kalau di Medan di sebut Kincung, di Malaysia disebut Slantan dan di Thailand disebut Kaala. Kecombrang sering dijadikan bahan campuran atau bumbu penyedap berbagai macam masakan di Nusantara. Kuntum bunga ini sering dijadikan lalap atau direbus lalu dimakan bersama sambal di Jawa Barat. Kecombrang yang dikukus juga kerap dijadikan bagian dari pecel di daerah Banyumas. Di Pekalongan, kecombrang yang diiris halus dijadikan campuran pembuatan megana, sejenis urap berbahan dasar nangka muda. Di Malaysia dan Singapura, kecombrang menjadi unsur penting dalam masakan laksa.
12. SUREN (TOONA SURENI MERR)
Suren adalah jenis pohon besar. Biasanya ditanam di lahan luas, termasuk kebun dan sawah. Karena selain bisa mengusir nyamuk, tanaman ini juga dapat mengusir serangga lainnya. Suren tumbuh di hutan primair tetapi sangat umum tumbuh juga di hutan sekunder, pinggir sungai dan tebing sekitar sungai. Umumnya tumbuh pada hingga ketinggain 2100 m. Daun dan kulit kayunya beraroma cukup tajam. Secara tradisional, petani menggunakan daun suren untuk menghalau hama serangga tanaman. Pohon suren berperan sebagai pengusir serangga (repellant) dan dapat digunakan dalam keadaan hidup (insektisida hidup). Berdasarkan penelitian, suren memiliki kandungan bahan surenon, surenin dan surenolakton yang berperan sebagai penghambat pertumbuhan, insektisida dan menghambat daya makan larva serangga. Bahan-bahan tersebut juga terbukti merupakan pengusir serangga, termasuk nyamuk. Cara penempatan tanaman ini bisa diletakkan di sudut-sudut ruangan dalam rumah, sebagai media untuk mengusir nyamuk.
13. LIDAH BUAYA (ALOE VERA)
Lidah buaya menghasilkan gel yang diperoleh dari daging daunnya. Penggunaannya cukup dioleskan pada kulit, gel lidah buaya membuat kulit terasa dingin, melembabkan dan membantu mempercepat penyembuhan bila digunakan untuk mengatasi kulit yang telah digigit nyamuk. (SUMBER)



FORMULASI SABUN HERBAL ANTI NYAMUK

HERBAL                                 CHEMICAL                                  BERAT                                                                                                                        
Minyak kelapa                        coconut oil                                           200
Soda kaustik                          sodium hydroxide                                  34
Air                                        water                                                      66

13 ekstrak herbal                   anti nyamuk herbal                                     8
Parfum                                   lavender                                                    4
Garam                                   sodium chloride                                         1
Zaitun  ( vit E)                       thocoperyl acetate                                     2
Gingseng  (vit B)                   panthenol                                                  1
Aloevera                              pelembab                                                  2
Pewarna orange                   pigment                                                1 - 3




Sabtu, 31 Desember 2011

SABUN TRANSPARAN CHIP SOAP NON ALKOHOL


Sabun transparan chip soap non alkohol





 PAKDE JONGKO

 0817654 0345












Duraposita Chem
2003


I.LATAR BELAKANG
Kebutuhan akan sediaan pembersih badan atau wajah dan dalam hal yang lebih khusus untuk merubah secara fisik permukaan kulit agar lebih putih, halus dan kencang, memunculkan beraneka ragam sediaan, dari lotion, cream, padat. Sediaan padat yang biasanya digunakan adalah sabun batangan (Toilet Soap). Sabun batangan terbagi menjadi sabun opaque, translucent dan transparent.
Sabun batangan (Toilet Soap) didefinisikan sebagai “Transparant” apabila seseorang dapat membaca font tipe 14 melalui sabun dengan ketebalan ¼ Inci. Sabun didefinisikan “Clear” apabila seseorang dapat membaca font tipe 6 melalui sabun dengan ketebalan ½ Inci.
Pembagian sabun transparan berdasar kategorinya dalam arti bahan kimia yang dikandungnya adalah sebagai berikut ;
Kategori A
Mempunyai emollient ekstra, kondisioner kulit, moisturizer, vit. E, ekstrak tumbuhan dan fragrant kualitas tinggi atau minyak essensial. Sangat sesuai untuk sabun kosmetik premium.
Kategori B
Mempunyai emollien dasar, kondisioner kulit, vit. E, ekstrak tumbuhan dan fragrant yang lebih murah. Sesuai untuk sabun kosmetik luxury.
Kategori C
Mempunyai emollien dasar dan fragrant murah. Sesuai untuk bahan sabun muka atau wajah.
High grade
Mempunyai kandungan glyserin tinggi, dengan kelunakan yang sangat baik dan kelembaban yang baik juga. Sesuai untuk pembuatan sabun dekoratif, mainan, promosi dan advertising.


 Awal mulanya sabun transparent dibuat dengan menggunakan alkohol (Monohydric Alcohol) yaitu dengan melarutkan sabun base (Chip Soap) dalam 20% - 50 % jumlah alcohol. Kemudian ditambah gliserin (5 % - 25% ) dan sirup (10 – 25 ) % . Setelah alcohol menguap selama waktu curing (pematangan) akan terbentuk sabun transparant yang berwarna agak kekuningan (yellow light).

Adanya alcohol dalam sabun tersebut walaupun sudah melalui waktu curing / ageing selama 2 minggu sampai 2 bulan tidak menjadikan sabun tersebut menjadi bebas alcohol. Hal ini membawa dampak bagi pengguna dimana akan terjadi efek skin dryness (kulit kering).
Skin dryness dapat terwujud dalam bentuk, bintik pada kulit, kulit merah, teriritasi, pecah-pecah, terkelupas dan lebih parah lagi pada kulit sensitive.
Disamping menyebabkan kulit kering, adanya alcohol dengan keadaan 96% membutuhkan rancangan khusus instalasi mesin sabun transparant, untuk menghindari ledakan atau kebakaran. Alkohol 96% sangat mudah terbakar karena titik api sangat rendah. Adanya alcohol yang menguap akan mengurangi berat sabun akhir .
Dari gambaran diatas formulator sabun transparant merancang sabun yang lebih baik untuk kulit. Sabun tranparant non alcohol yang berbasis moisturizing dan humectan ( misal gliserin, gula, pripilen glikol ) akan menjaga kulit dari efek kulit kuning yang sering muncul dari sabun transparant alcohol. Dengan adanya bahan yang bersifat humectan dalam sabun akan menjadikan sabun tersebut sebagai sediaan mointurizing yang lebih baik.

II. KOMPOSISI.
Sebagaimana yang dimaksud sebelumnya kandungan utama sabun transparant bebas alkohol adalah
a. Fatty Acid Soap (Sabun Asam Lemak)
Komposisi sabun meliputi jumlah yang efektif dari satu atau lebih sabun asam lemak untuk mendukung sifat pembersih dan detergensi dari sabun transparant tersebut. Jumlah yang sesuai dari asam lemak tersebut dari sekitar 3% - 45%, atau lebih tepatnya 6% - 20%.
Asam lemaknya dari rantai karbon 8 sampai 22 dan lebih baik yang penuh. Sabun asam lemaknya dapat berwujud sodium, magnesium, ammonium, triethanol ammonium. Asam lemaknya juga dapat diturunkan dari lemak dan minyak seperti minyak kelapa, palm kernel, kendal, stearic acid trippel pressed.
b. Humectan Solvent.
Komposisi sabun transparant bebas alkohol mengandung humectan solven tingkat tinggi untuk mendukung pelembaban kulit, mildness dan sebagai alat untuk melarutkan sabun asam lemaknya. Kandungan humectan solven antara 50% - 70% dari total berat sabun.
Humectan solven meliputi bahan organic polyol yang larut dalam air, seperti gliserin, propilen glycol, dipropilen glikol, butilen glikol dan ethylene glycol, gula sorbitol, mono, di, triethanolamine. Humectan solven yang lebih digunakan adalah gliserin, propilenlikol, gula dan sorbitol.
Sebagaimana dikemukakan diatas humectan solven juga sebagai alat untuk melarutkan sabun asam lemaknya. Rasio humectan solven terhadap sabun lemak tak larut dari 4 : 1 sampai dengan 14 : 1

c. Air
Air merupakan pendukung pelarutan, stabilisasi, daya proses dan pembawa watak [pelembab dari formulasi sabun tersebut, lebih jauh lagi kombinasi antar air dan humectan solven akan membantu mengurangi kecenderungan sabun untuk mengendap dalam bentuk film kering atau residu yang berminyak pada kulit. Kandungan humectan solven dan air dalam sabun antara 65% sampai dengan 96%.
d. Agen Aktif
1.Ginseng
Kepopuleran ginseng sebagai tumbuhan yang berguna untuk membantu meningkatkan stamina telah sejak lama diakui oleh masyarakat Asia Timur.Di negeri Cina, ginseng yang sering disebut sebagai ren shen nilainya dianggap lebih tinggi dibandingkan emas.
Secara tradisional geinseng sejak lama banyak dimanfaatkan untuk membantu stamina tubuh. Dalam kehidupan sehari – hari, tanpa disadari manusia sering mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung zat – zat yang merupakan factor – factor dominan penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah yang potensial untuk menghambat kelancaran peredaran darah keseluruh tubuh termasuk otak.
Keadaan ini secara langsung akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Dengan mengkonsumsi makanan tambahan yang mengandung ginseng, resiko terjadinya hal tersebut diatas dapat diminimalisasi secara maksimal. Adalah saponin yang merupakan elemen terpenting yang terkandung pada tanaman ginseng yang berguna bagi kesehatan manusia.
Kandungan saponin pada buah ginseng terbukti tujuh kali lipat lebih besar dibandingkan apa yang terdapat pada akarnya (kandungan saponin pada buah ginseng adalah 83%). Selain itu, persenyawaan buah ginseng empat kali lebih efisien, yang berarti sapionin pada buah ginseng lebih mudah diserap oleh tubuh. (Japan Health Association). Adapun manfaat buah ginseng secara umum adalah untuk membantu meningkatkan stamina tubuh.

2. Mengkudu (Morinda Citrifolia)
Mengkudu adalah tanaman perdu yang tumbuh membengkok dengan ketinggian mencapai 4 – 8 meter. Bercabang banyak dengan bentuk ranting yang bersegi empat. Letak daun berhadap hadapan secara bersilang, bertangkai dengan bentuk daun yang bulat telur melebar menyerupai bentuk elips atau oval dengan panjang daun 10 – 40 cm, lebar daun 5 – 17 cm, tebal dan terlihat mengkilap.
Buah mengkudu berbentuk bulat lonjong dengan panjang sekitar 5 – 10 cm. Permukaan buah tidak rata atau benjol benkol, berwarna hijau ketika mentah dan berwarna kuning ketika sudah matang, daging buahnya tebal dan banyak mengandung air. Buahnya berbau busuk menyengat dengan bijinya yang berwarna coklat kehitaman.
Mengkudu mengandung acubin, asperuloside, alizarin dan beberapa zat antrakuiono yang terbukti sebagai zat anti bakteri. Zat – zat tersebut menunjukan memiliki kekuatan untuk melawan bakteri infeksi, mengontrol perkembangan bakteri yang mematikan, seperti bakteri salmonella dan shigella. Dan segudang zat aktif bermanfaat lainnya yang dikandung oleh mengkudu.
Untuk perawatan kecantikan, mengkudu dengan kandungan zat yang bermanfaat itu dapat digunakan untuk mengobati ketombe. Ketombe merupakan gangguan dikulit kepala yang berupa terjadinya pembentukan sisik maupun keropeng halus berwarna keputihan menimbulkan rasa gatal.
Mengkudu juga dapat digunakan untuk menghaluskan kulit, karena perubahan suhu, udara, polusi udara, kosmetika yang banyak mengandung bahan alkali kulit bisa menjadi kasar. Kulit yang kasar terjadi karena kelenjar minyak yang ada pada lapisan dermis (lapisan dalam) kulit memproduksi minyak dalam jumlah yang relatif kecil. Akibatnya kulit menjadi kasar, kusam dan tidak lentur.
            e. Aroma
1. Lavender
Minyak lavender diperoleh dengan cara distilasi bunga, Komponen kimia utama yang dikandungnya adalah linail asetat, linalool. Minyak lavender bersifat serbaguna, sangat cocok untuk merawat kulit terbakar, terkelupas, psoriasis, dan juga membantu kasus insomnia. Minyak lavender digunakan secara luas dalam aromaterapi. Aromanya berkhasiat membangkitkan kesehatan, cinta, dan kedamaian. Lavender juga membantu keseimbangan kesehatan tubuh yang sangat bermanfaat dalam menghilangkan sakit kepala, premenstrual sindroma, stress, ketegangan, kejang otot, dan regulasi jantung.
2. Patchouly
Patchouli atau minyak nilam dikenal karena keberhasilannya menyembuhkan impotensi, khususnya frigiditas. Nilam sangat cocok untuk wanita yang memiliki respon seksual rendah dan tidak pernah mengalami orgasme. Nilam memiliki kesan misteri dan membantu pasangan mencapai kebahagiaan karena dapat meningkatkan kreativitas hubungan seksual.
Nilam juga dapat digunakan untuk obat antiseptik dan sangat cocok untuk menyembuhkan infeksi vagina dan penyakit sariawan. Minyak nilam sangat bermanfaat untuk perawatan kulit yang kering, bersisik, dan pecah – pecah.
Minyak nilam diperoleh dengan cara mendistilasi daunnya. Komponen kimia utama yang terkandung didalamnya adalah pachouli alcohol dan bulnesena. Sebagai parfum, minyak nilam sering digunakan dikalangan orang – orang terhormat karena baunya menenggelamkan emosi dipakai untuk mandi, perawatan rambut, pembasmi serangga, pijat, parfum, pengharum ruangan, dan perawatan kulit.
3.Ylang – ylang
Ylang – ylang atau kenanga menjadi sangat terkenal karena dapat membantu membangkitkan nafsu cinta. Minyak kenanga juga dapat menghilangkan rasa jenuh serta dapat menciptakan perasaan senang dan bahagia. Rasa takut terhadap sesuatu dapat dihilangkan dengan pijat aroma menggunakan minyak ini. Minyak kenaga dapat mengurangi rasa ketakutan dan memberi rasa rileks. Selain itu, dipakai juga untuk perawatan kulit berminyak dan menumbuhkan rambut.
Aromasnya sangat eksotik, wangi, dan erotis, sehingga kenanga menjadi bahan parfum kelas tinggi. Namun, penggunaannya harus hati-hati, karena dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan sakit kepala. Minyak kenanga diperoleh dengan cara mendistilasi bunga, Komponen kimiayang terkandung di dalamnya adalah b-linalool, kariofilena, dan B-kariofilena. Minyak kenanga digunakan untuk mandi, pijat, wewangian, pengharum ruangan, dan perawatan kulit.
f. Anti Oksidan.
Sebab sabun tersusun dari asam lemak, minyak, lilin senyawa itu mengandung ikatan tidak jenuh, dengan menganggap bahwa bahan yang tidak jenuh akan mudah teroksidasi. Reaksi tersebut ditandai dengan keluarnya bau tengik pada sabun atau sabun menjadi irritan ke kulit. Untuk menjaga terjadi reaksi oksidasi diperlukan bahan anti oksidan. Bahan yang biasa digunakan adalah ;
1.Tokoferol.
2.BHT ( dibutil hydroxytoluen ).
3.BHA ( butil hydroxyanisol ).
4.Ester asam gallat.
5.NDGA ( Nordihydroxyquaiaretic acid ).

Dapat digunakan bersama atau tunggal, baik juga bila ditambahkan bahan promotor antioksidan, seperti apa yang akan dibahas berikut ini.
g. Agen Sequestering.
Apabila logam tercampur dalam bahan sabun atau kosmetik langsung atau tidak langsung akan merendahkan kualitasnya. Ion logam dapat merubah bau, warna dan meningkatkan oksidasi bahan mentah yang berasal dari minyak. Selanjutnya dapat menghambat aksi farmasi ( pengobatan ) dan menyebabkan hilangnya penampilan, fungsi dan essensinya. Pada sabun transparan akan menyebabkan hilangnya transparansinya. Senyawa yang dapat membuat pasif ion logam tersebut adalah agen sequesteran. Bahan yang biasa digunakan adalah ;
1.EDTA ( paling sering dipakai ).
2.Asam Phosporat.
3.Asam Sitrat.
4.Asam Askorbat.
5.Asam Suksinat.
6.Asam Glukonat.

 III. Manfaat dan fungsi Sabun transparan alami mengkudu ginseng.
Keuntungan menggunakan sabun transparan karena merupakan sabun premium yang mana mempunyai sifat sifat tambahan yang menguntungkan antara lain ;
• Penampilan transparan yang menawan.
• Mempunyai fungsi pelembab.
• Daya bersih yang efektif tanpa meninggalkan busa sabun.
• Lebih terasa lunak karena tidak ada alkali ( sodium ) yang tertinggal.
• Merupakan komposisi yang homogen dengan kandungan seperti emollien, moisturizer dan antiseptik.

Sabun tranparan dasar sudah mengandung moisturize, gliserin, propilen glikol dan bahan humectan gula yang juga berfungsi untuk mendukung pembentukan transparansinya. Dibandingkan dengan sabun biasa dari komposisinya sabun transparan sudah menunjukkan sabun yang lebih baik dari sabun biasa.
Dengan kandungan mengkudu dan ginseng membuat sabun mandi transparan alami sesuai untuk merawat kulit, menghaluskan kulit dan membantu metabolisme kulit. Mengkudu mempunyai sifat alami sebagai antiseptik yang dapat befungsi untuk membunuh bakteri dan mkro organisme yang merugikan kulit.


III . Prosedur Uji Sifat Sabun Transparant.
Prosedur pengujian sifat sabun transparant yang mempunyai performan yang baik adalah sebagai berikut :
a. Transparansi (Tranparancy)
b. Kekerasan (Hardness)
c. Laju keausan (Wear rate)
d. Foaming (pembuasaan)
e. Weight loss
f. Stability
g. PH
Juga sebaiknya dilakukan uji pengawasan mutu seperti
a. Bebas kadar alcohol
b. Free fatty acid
c. Free Alkali
Untuk pengujian diatas dilakukan pada instalasi yang berwenamg atau ditunjuk oleh pemerintah, yang lebih baik adalah institusi yang memegang ISO 9000.

Referensi
1. Membuat Sabun Transparan di rumah oleh, Agus Tri Widodo
2. Membuat Sabun Perawatan Kulit oleh, Agus Tri Widodo
3. Cosmetic And Toiletries oleh, Wilfried Umbach
4. The Manufacture Of Soaps, Other detergent and glycerine oleh, Edgar Woallatt
5. New Cosmetic Science oleh Taheo Mitsui
6. Us Patent 5703025.
7. Us Patent 5786311.


SABUN HOTEL ( TOILET SOAP )

SABUN HOTEL, SABUN MURAH
Pembuatan sabun mandi dari soap noodles





 PAKDE JONGKO

 0817654 0345







 





 
Duraposita Chem
2007



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Bab 1
Sabun Sebagai Pembersih kulit

  1. Sediaan pencuci atau pembersihan kulit.
Setiap perlakuan kosmetik terhadap kulit diawali dengan pembersihan. Pembersihan untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang bermacam – macam. Untuk pembersihan kulit sabun masih merupakan bahan yang digunakan,  sampai saat ini dengan bentuk yang sudah sangat modern. Sabun dapat dibagi menjadi tiga kategori, sesuai dengan bentuk fisiknya yaitu;        
a.      Padat, kebanyakan dalam bentuk batangan.
b.      Sabun pasta.
c.      Sabun cair.
Untuk pembersihan kulit, sabun batangan masih menjadi pilihan dalam bentuk sabun mandi, atau dalam bentuk kosmetik, sabun perawatan. Formula awal sabun pasta ditemukan 2500 tahun SM di daerah antara sungai Tigris dan Sungai Euphrat. Sejarah menunjukkan 4500 tahun yang lalu sabun dalam bentuk seperti itu dengan banyak macam menjadi bagian  kehidupan sehari – hari yang menunjukkan nilai tinggi peradaban. Sebagai tambahan terhadap sabun klasik banyak sediaan pembersih kulit cair dan padat muncul dipasaran pada dekade terakhir ini.  
Bagian terbesar untuk pembersihan adalah sabun sodium yang mana berperan dalam kontribusi sabun mandi ( toilet ) dan sabun cuci ( laundry ), merupakan kombinasi antara garam sodium dan asam laurat, myristat, palmitat, stearat, oleat atau dengan asam lemak yang lain. Di pasaran dijual dalam bentuk batangan, lempengan, bubuk, butiran, keripik, serpih atau lembaran panjang, tetapi sabun potasium biasanya berbentuk cair atau lembek.

Reaksi dasar pembuatan sabun adalah saponifikasi yaitu ;
 3Na OH + ( C17H35COO)3C3H5 )                    3C17H35COONa + C3H5 ( OH )3
SODA                        GLYCERYL STEARAT                                             SOD. STEARAT               GLYCERIN.


Atau reaksi,
C17H35COOH + NaOH          à     C17H35COONa       +     H2O
STEARIC ACID               SODA                                     SOD. STEARAT                         AIR

Yaitu dengan tersabunnya asam lemak dan alkali baik asam yang terdapat dalam keadaan bebas atau asam lemak yang terikat sebagai minyak atau lemak atau glyserida .
Lemak dan minyak tidak terkomposisi dari gliserida yang hanya berisi satu asam lemak saja, tetapi merupakan campuran atau kombinasi. Tersedia asam lemak dengan dengan kemurnian 90% atau lebih yang merupakan hasil dari produksi khusus saja.

B.     Komposisi sabun batangan ( Padat ).

Sabun merupakan hasil reaksi kimia antara lemak, minyak dan lye ( larutan kaustik ) reaksi kimia tersebut dinamakan saponifikasi dan dipandang dari sudut kimia sebagai garam alkali dari asam lemak.
Saat ini lemak sapi, minyak kelapa, minyak sawit dan minyak alami yang lain atau lemak digunakan untuk membuat sabun. Penting untuk memperhatikan pemilihan komponen lemak adalah distribusi rantai asam lemak dimana asam lemak C 12 sampai C18 lebih disukai, lihat tabel. I. 1. halaman berikut . Karena sabun laurat dikenal dengan kualitas busanya, minyak kelapa kaya asam laurat

atau sejenisnya minyak palm kernel ( sampai 50% ) untuk mendapatkan busa  yang diinginkan.


Tabel I.1.
Komposisi asam lemak ( %)  lemak netral yang digunakan dalam pembuatan sabun

Minyak

Kelapa
Palm Kernel
Palm
Lemak sapi
Asam Kaprilat
13
7
-
-
Asam Kaprat
13
7
-
-
Asam laurat
45 - 50
47 - 52
-
-
Asa miristat
13 - 19
16
1 - 2
3 – 6
Asam palmitat
8 - 9
6 - 9
» 45
25 - 38
Asam stearat
2 - 3
2 – 3
4 - 6
15 - 28
Asam oleat
5 - 8
10 – 18
» 33
26 – 50
Asam linoleat
1 - 3
1 - 3
» 10
1 - 3

Garam sodium yang diturunkan dari pencampuran asam lemak berbenuk padat tetapi garam potasium berbentuk pasta atau lunak ( Jel ). Oleh karena itu sodium hidroksida merupakan komponen lye yang dipilih untuk memproduksi sabun berbentuk padat, sedangkan untuk sabun yang berbentuk pasta atau jelli digunakan potasium hidroksida. Untuk proses saponifikasinya maka perbandingan antara lemak dan lye dipilih sedemikian rupa sehingga tidak ada kelebihan lye yang tertinggal dalam sabun lebih dari 0.05%.
Karena sabun diperoleh dari lemak dan minyak yang mana mengandung asam lemak tak jenuh maka kemungkinan terjadi reaksi diri ( autoxidation ) sebaiknya dikontrol. Untuk tujuan tersebut dapat ditanggulangi dengan antioksidan dan agen pengkompleks. Anti oksidan seperti vitamin E berperan sebagai reseptor dari reaksi autooksidasi radikal oksigen aktif. Bahan tambahan lain dibahas lebih mendetail pada bab berikutnya.


C.    Macam – macam sabun batangan ( padat ).
1.      Sabun toilet.
Kegunaannya sangat luas, biasanya digunakan sebagai sabun mandi. Kurang lebih 20 – 50 % komponen komponen lemak dalam sabun toilet padat adalah minyak kelapa, sabun toilet sangat mudah dijadikan sabun superfat ( sampai 5 % ) dan pewangi ( 0.5 – 2 % ). Sebagai bahan tambahan superfat adalah asam lemak, lemak alkohol, lanolin, lesitin, minyak tumbuhan, sebagian gliserida dan lemak yang lain . Tujuan dari superfat untuk memberikan lemak lagi pada kulit yang sudah dibersihkan. Sabun superfat dipakai untuk kulit yang sensitif seperti kulit bayi.

2.      Sabun batangan keras.
Awalnya sabun batangan keras dikembangkan dengan kandungan minyak kelapa sedikit, tanpa warna atau agen refatting dan hanya dengan wewangian sederhana saja. Sabun tersebut digunakan untuk keperluan dalam rumah tangga ( household ) saat ini untuk cuci tangan, mencuci rajutan garmen.
Contoh formula untuk sabun keras                                                       %
Sabun sod. dari asam lemak binatang
» 60
Sabun sod. dari minyak kelapa
10
Garam dapur
0.5
Agen pengompleks
0.3
Parfume
0.1
Air
Tambah sd 100
 


3.   Sabun transparan.
Sabun yang sangat menarik menampakkan kekuatan transparansi (tembus pandang )  hal itu disebabkan oleh proses kristalisasi pada saat proses pemadatannya,  atau juga disebut sabun supercooled ( pendinginan super ) dengan tambahan bahan gliserin, gula, alkohol.


4.   Sabun deodoran.
Merupakan bagian dari sabun toilet ( sabun mandi ) yang mengandung kandungan aktif untuk menjaga kesegaran tubuh. Pengaruh deodoran dari sabun diukur dengan kemampuan untuk menghambat bau yang dihasilkan oleh bakteri. 3,4,4’- triclorocarboanilida ( triclocarban) terbukti efektif sebagai deodoran dalam sabun.

5.      Sabun bayi.
Secara subtansial adalah sabun mandi superfat biasanya kandungan parfum rendah, tambahan bahan khusus seperti camomile menambah kelembutan sabunnya.

6.      Sabun perawatan kulit ( skin protective soaps ).
Adalah sabun toilet ( sabun mandi ) yang mengandung agen superfat dan kandungan semacam komponen protein dan susu, atau bisa juga madu, ginseng, lidah buaya, zaitun, mengkudu dan lain – lain. 

7.      Sabun Floating. ( mengambang ).
Sabun dengan gravitasi dibawah 1 gr/cm3 yang memungkinkannya untuk mengambang diatas air. Pengurangan gravitasi dengan melalui injeksi udara terkontrol selama proses produksi atau dengan membuat kantong udara dalam sabun.

8.      Sabun sodium.
Merupakan garam yang diturunkan dari lye yang kuat ( soda lye ) dan asam lemah ( asam lemak ). Garam tersebut terhidrolisis dalam air membentuk ion hidroksil. Oleh karena itu mengapa larutan sabun menjadi alkalin. Harga pH  larutan sabun yang terjadi selama proses pencucian antara 8 –10. Alkalinitas itu akan menggeser harga normal pH kulit dari 5 menjadi 6 searah dengan pH normal 7. Kulit normal ( sehat ) mampu untuk kembali ke pH biasanya dalam beberapa menit saja karena mekanisme bufferingnya. Pada kasus kulit yang rusak atau kulit sensitif penggunaan sabun dapat menyebabkan iritasi atau pelepuhan, tetapi kasus seperti itu sangat jarang sekali. 

Bab 2
Produksi sabun toilet / mandi
Untuk memproduksi sabun, ada dua macam metode;
1. Produksi dari bahan mentah ( minyak atau lemak direaksikan dengan soda).
Untuk sistem ini maka pihak produsen sabun harus mempunyai saponifiation plant, vaccum drying plant dan soap finishing line.
2. Produksi dari soap noodles ( finishing line).
Untuk sistem ini maka pihak produsen sabun hanya memerlukan soap finishing line yang meliputi, amalgamator, three roll mill, pre refining plodder, deflux refiner, high speed cutter, soap press. Selanjutnya bahan yang digunakan adalah soap noodles yang dapat dibeli dari pabrik sabun besar yang memproduksi soap noodles.
Berikut ini adalah contoh mesin yang digunakan untuk produksi sabun dengan sistem finishing line.
 
Bab 3 Raw material
1.Minyak
Sabun merupakan reaksi kimia antara minyak  atau lemak dengan kaustik soda yang akan menghasilan sabun,  minyak yang dapat digunakan untuk membuat toilet soap meliputi berbagai macam minyak, minyak kelapa, minyak sawit, palm kernel, castor oil, lemak sapi dan sebagainya. Berikut ini adalah minyak yang biasa digunakan untuk membuat sabun mandi padat.
1.RBD * Palm Kernel Oil, substitute for Coconut oil
2. RBD Palm Oil
3. RBD Palm Stearin (best substitute for tallow)
4. Palm fatty Acid Distillate
5. Palm Acid Oil
8. Other palm and coconut
Untuk sabun dengan kualitas premium digunakan palm kernel oil, hasil  soap noodles akan berwarna pitih bersih, untuk kualitas ekonomis digunakan palm oil noodless soap hasil sabun berwarna putih kecoklatan
Standard dan spesifikasi ratat - rata
RBD Palm Kernel Oil
Specs (as MEOMA)
Free Fatty Acids (as Lauric) 0.1% max
Moisture & Impurities 0.1% max
Iodine Value (WIJS) 19 max at time of shipment
Colour (5.25" lovibond cell)1.5 Red Max

RBD Palm Oil
Specs (as PORAM)
Free Fatty Acids (as palmitic)  0.1%max
Moisture & Impurities 0.1%max
Iodine Value (WIJS) 50-55
Melting Point 33-39deg C
Colour (5.25” lovibond cell) 3 Red Max

RBD Palm Stearin
Specs (as PORAM)
Free Fatty Acids (as palmitic) 0.2% max
Moisture & Impurities 0.15% max
Melting Point 44 min
Colour (5.25" lovibond cell) 3 Red  max

Palm Fatty Acid Distillate
Specs (as PORAM)
Free Fatty Acids (as palmitic) 70% min
Moisture & Impurities 1.0% max
Saponifiable Matter 95% min (basis 97%)

Palm Acid Oil
Specs (as PORAM)
Free Fatty Acids (as palmitic) 50% min
Moisture & Impurities 3.0% max
TFM 95% mini (basis 97%)

Nota:
* RBD = refined, bleached and deodorized

2. Lemak
Selain minyak untuk mendapatkan effek feel pada kulit bahan sabun dapat menggunakan lemak sapi atau minyak untuk memesak.

Specification of beef tallow
Prime tallow (extra fancy)

F.F.A:
2% Max

F.A.C:
3-5% Max

M.I.U:
1% Max

Titre:
41.5 ºC Min

Bleach:
0.5 red Max

Using for manufacturing of top quality soap or chemical usage

Prime tallow (top white)

F.F.A:
2-5%

F.A.C:
1-3% Max

M.I.U:
1% Max

Titre:
41.5 ºC Min

Using for manufacturing of high quality soap or chemical usage


Good tallow (fancy)

F.F.A:
2-5% Max

F.A.C:
11A/11B Max

M.I.U:
1% Max

Titre:
41.5 ºC Min

Bleach:
1.0 red Max

Using for manufacturing of high quality soap or chemical usage


Bleachable tallow

F.F.A:
4% Max

F.A.C:
19/21Max

M.I.U:
1% Max

Titre:
41.5 ºC Min

Bleach:
1.5 red Max

Using for manufacturing of soap or chemical usage


Unbleachable tallow

F.F.A:
10% Max

F.A.C:
21/23 Max

M.I.U:
1% Max

Titre:
41.5 ºC Min

Using for manufacturing of low grade soap or chemical usage

Refined yellow grease

F.F.A:
10% Max

F.A.C:
21 Max

M.I.U:
2% Max

Titre:
38.0 ºC Min

Using for manufacturing of soap or stock feed or chemical usage

Yellow grease (crude)

F.F.A:
10% Max

F.A.C:
21 Max

M.I.U:
7% Max

Titre:
38.0 ºC Min

Using for manufacturing soap or stock feed or chemical usage

Low gut tallow

F.F.A:
60% Max

F.A.C:
45 Max

M.I.U:
3% Max

Titre:
40.0 ºC Min

Using for manufacturing of low grade soap or chemical usage
All grades of tallow can be customized to suit individual needs


3.Kaustik soda
Brands ”Eagle” & ”Tiankai”

Technical Data
96%
98%
99%


Pearl / Prills

NaOH
     -
     -
   99%Min
Na2CO3
     -
     -
   0.8%Max
NaCl
     -
     -
   0.1%Max
Fe2O3
     -
     -
   0.004%Max
Packing in plastic woven bags of 25kgs net each (waterproof plating 3 layers)
Loading capacity: 24MT
26MT/1x20’FCL.
 

 Flakes
Ø 0.5-1MM
NaOH
   96%Min
   98%Min
   99%Min
Na2CO3
   1.4%Max
   1.1%Max
   0.9%Max
NaCl
   2.8%Max
   0.6%Max
   0.15%Max
Fe2O3
   0.01%Max
   0.01%Max
   0.01%Max
Packing in plastic woven bags of 25kgs net each (waterproof plating 3 layers)
Loading capacity: 24MT
26MT / 1 x 20’FCL.
 


Technical Data
96%
98%
99%


Solid

NaOH
     96%Min
     98%Min
   99%Min
Na2CO3
       1.4%Max
     1-.1%Max
   0.9%Max
NaCl
       2.8%Max
      0.6%Max
   0.15%Max
Fe2O3
       0.01%Max
      0.01%Max
   0.01%Max
Packing in irondrums of 200kgs net each. High of Drum: 89CM
Loading capacity: 19.2MTS/1x20’FCL
.
 



Bab 4
 Membuat sabun dari produk setengah jadi

Bahan yang digunakan adalah soap noodles atau chip soap, diperoleh dari produsen lokal yang memproduksi sabun setengah jadi.
                                        

Palm oil soap noodles                                     White palm kernel soap noodles
Standard dan spesifikasi
Laundry Soap Noodles
(a) Sodium Palmitate 62
TFM 62%min
Moisture 30%max
Free Alkali as NaOH 0.2%max
Chloride as NaCl 1%max
Other Additives Present
Colour Yellowish Brown
(b) Sodium Palmitate 68
TFM 68%min
Moisture 25%max
Free Alkali as NaOH 0.2%max
Chloride as NaCl 1%max
Glycerol Content 1.5%max
Other Additives Present
Colour Yellowish Brown
(c)Sodium Palmitate 72
TFM 72%min
Moisture 25%max
Free Alkali as NaOH 0.05%max
Chloride as NaCl 1%max
Glycerol Content 1.5%max
Other Additives Present
Colour Creamy 
Standard dan spesifikasi
Toilet Soap Noodles
Sodium Palmitate Grade 1
TFM 79-82%
Moisture 11-13%
FFA 2.0max
Chloride Content as NaCl 0.4-0.6%
Glycerol Content 0.3max
Chelating Agent Present
Bab 6
Bahan Tambahan untuk sabun mandi padat
Chip soap atau soap noodles adalah sabun yang dibuat dari bahan minyak atau lemak yang direaksikan dengan kaustik soda, dalam aplikasinya masih memerlukan bahan lainyan agar diperoleh sabun dengan fungsi yang sesuai dengan kegunaannya. Untuk mendapatkan hasil sabun yang bermutu masih digunakan bahan tambahan sebagai berikut;
1.      Preservatives ( zat pengawet)
A. Anti Oksidan.
Sebab sabun tersusun dari asam lemak, minyak, lilin senyawa itu mengandung ikatan tidak jenuh, dengan menganggap bahwa bahan yang tidak jenuh akan mudah teroksidasi. Reaksi tersebut ditandai dengan keluarnya bau tengik pada sabun atau sabun menjadi irritan ke kulit. Untuk menjaga kualitas dari reaksi oksidasi diperlukan bahan anti oksidan. Bahan yang biasa digunakan adalah ;
Ø  Tokoferol.
Ø  BHT ( dibutil hydroxytoluen ).
Ø  BHA ( butil hydroxyanisol ).
Ø  Ester asam gallat.
Ø  NDGA ( Nordihydroxyquaiaretic acid ).
Pemakaian 0.2% berat minyak yang digunakan
B. Agen Sequestering.
Apabila logam tercampur dalam bahan sabun atau kosmetik langsung atau tidak langsung akan merendahkan kualitasnya. Ion logam dapat merubah bau, warna dan meningkatkan oksidasi bahan mentah yang berasal dari minyak. Selanjutnya dapat menghambat aksi farmasi ( pengobatan ) dan menyebabkan hilangnya penampilan, fungsi dan essensinya. Pada sabun transparan akan menyebabkan hilangnya transparansinya. Senyawa yang dapat membuat pasif ion logam tersebut adalah agen sequesteran. Bahan yang biasa digunakan adalah ;
Ø  EDTA ( paling sering dipakai ).
Ø  Asam Phosporat.
Ø  Asam Sitrat.
Ø  Asam Askorbat.
Pemakaian 0.3%

2.      Parfum
Sabun mengandung kurang lebih 0.8 – 2 % minyak wangi, sekarang ada kecenderungan untuk menaikkan kekuatan aroma pada sabun, dengan cara menambah porsi pewangi dalam sabun. Hanya saja hal yang membatasi pemakaian pewangi kimia karena efek samping terhadap dermatologi dan toxicologi yang mana 35% pewangi kimia yang tersedia tidak dapat digunakan.
Batasan berikutnya adalah beaya dan penampilan, pewangi kimia dengan harga tinggi hanya cocok jika seseorang ingin mendapatkan manfaat yang berarti dan manfaat langsung untuk tubuhnya, misalnya untuk pengobatan aroma terapi.
Esensial oil ( EO’S ), absolut oil dan resin oil merupakan cairan yang sangat kental, lebih mahal dan lebih kuat dari fragrance oil ( FO’S). EO’s diekstraksi dari tanaman tetapi FO’s sintetik maka wajar kalau harganya berbeda. Banyak FO’s yang cocok untuk pewangi sabun hanya dalam pemakaiannya mengakibatkan ‘seize’ ( permukaan sabun seperti membentuk lapisan sebelum masuk cetakan )  serta sabun menjadi sekeras batu. EO’s lebih stabil karena dibuat dari minyak yang tunggal. Berikut ini adalah tabel V.1. perbandingan antara EO’s dan FO’s.
Tabel VI. 1.
Perbandingan EO’s dan FO’s

EO’s Ekstrak tanaman
FO’s Pewangi sintetik
Keuntungan
1.      Aroma lebih kuat, tahan dalam sabun.
2.      Mengandung zat tanaman yang menguntungkan.
3.      Reaksi lebih stabil selama saponifikasi.
4.      Aroma per gram lebih kuat dibanding FO’s
1.      Aroma lebih bervariasi.
2.      Tersedia lebih banyak.
3.      Lebih ekonomis.
4.      Adonan aroma tersedia lebih banyak
Kelemahan
1.      Lebih mahal.
2.      Menguap pada udara bebas
3.      Aroma yang ada terbatas.
4.      Aroma dipilih menurut selera.
1.      Mengandung ekstender dan alkohol.
2.      Menyebabkan seize pada sabun.
3.      Tidak ada kandungan tanaman yang bermanfaat.
4.      Aroma tidak awet.
3.      Pewarna, opacifier, dan optical brigthener
A. Pewarna
Bahan pewarna yang dicampurkan dalam pembuatan sabun dapat dikategorikan dalam pewarna sintetik organik, pewarna alami dan pewarna pigmen anorganik. Berikut adalah tabel VI.2. yang merupakan bagan pembagian colorant atau pewarna yang digunakan secara umum.
Sangat luas sekali pemilihan bahan pewarna yang terbaik adalah pewarna yang tidak menimbulakan efek samping terhadap pengguna atau gunakan pewarna alami seperti beta karoten, karthamin, kochineal, asam karminat dan lainnya.
Sabun yang menggunakan pewarna agar memperhatikan formula sabunnya, agar dalam penentuan warna sabun agen pewarnanya tidak berinteraksi dengan bahan minyaknya. Jika menggunakan malam tawon, wheat germ oil, susu atau minyak zaitun prosentasi tinggi ( dan jangan lupa bahwa EO’s dan FO’s juga mempengaruhi warna ) sabun basenya akan terkesan berwarna kuning.

Tabel VI.2.
Pembagian colorant ( pewarna ).

Pewarna Sintetik
Dyes


Lake


Pigmen Organik




Pewarna Alami

Agen Pewarna



Pigmen Anorganik
Pigmen Ekstender


Pigmen Pewarna


Pigmen Putih

Pigmen Pearlescent


Bubuk Polymer


Pigmen Fungsional Baru


Penting untuk diingat bahwa warna minyak akan berinteraksi dengan agen pewarna ( colorant ). Misalnya jika memakai ultra marine violet dalam minyak base kuning akan dihasilkan sabun dengan warna hijau. Maka uji coba pewarna dengan kombinasi minyak adalah pengalaman yang paling penting dalam pengetahuan warna produk sabun. Berikut ini adalah catatan yang perlu untuk mewarna ;
1.      Pewarna bekerja dengan dua cara, melarut dan menyebar ( dissolution dan dispersion ). Pewarna yang bekerjanya menyebar sebaiknya dicairkan dalam air hangat lebih dahulu, air sebagai cariers ( pembawa ) untuk menyebarkan pewarna.
2.      Apabila bekerja dengan ultra marine atau oksida tambah ¼ sampai ½  sendok pigmen dalam air hangat, jika dengan FD&C dan D&C Tambah 15 cc pada air hangat. FD&C adalah pewarna makanan dan obat, sedang D&C adalah pewarna obat.
3.      Aduklah sampai pewarna larut dalam air, pewarna dapat dipakai kapan saja.
4.      Apabila sudah terbiasa bekerja dengan pewarna, masukkan pewarna dengan pipet. Kemudian aduklah sampai homogen. Teknik itu akan dapat digunakan untuk mengontrol intensitas warna.        
B. Opacifier
Agar sabun mempunyai penampilan yang masif ( tidak translusent ) maka perlu ditambahkan bahan opacifier seperti titanium dioksida ( ada dua macam rutile dan anastese ). Pemakaian dalam sabun adalah 0.2% untuk mendapatkan sabun padat yang opaque. Zinc oksida juga dapat digunakan tetapi dalam aplikasinya masih kurang efektif dibanding titanium dioksida.
C.Optical Brightener
Untuk mendapatkan sabun dengan  penampilan dan warna yang mengkilap maka digunakan optical brightener, bahan yang sering digunakan adalah Tinopal GS. Pemakain OB dari 0.05 – 0.6 %, yang biasa digunakan adalah 0.3% tetapi konsentrasi yang tepat sangat tergantung dari keseluruhan bahan sabun. Surfaktan non ionic cenderung menurunkan fungsi dari OB.
4.      Germicides dan bahan pendukung kesehatan.
Digunakan untuk produksi sabun dengan fungsi tambahan kesehatan utnuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur, bahan tambahan yang biasa digunakan adalah; cresol dan phenol atau sering juga dinamakn cresylic acid. Pemakainnya sampai 2 % dari berat sabun.
5.      Agent untuk superfatting
Bahan superfat digunakan untuk menambah mildness sabun sewaktu digunakan untuk mandi. Bahan tersebut meliputi; lanolin, petroleum jelly, coconut oil, stearin. Pemakain bisa sampai 2%.
6.      Scums dispersant untuk NSD ( non soapy detergent )
Tujuan daripada scum dispersant adalah
-          untuk segera menghasilkan busa jika digunakan dalam air yang banyak mengandung logam.
-          Busa dapat segera hilang pada saat digunakan.
Bahan yang biasa digunakan adalah deterjen misalnya, sodium laureth sulfat, ABS, STTP, Waterglass, sodium sulfat dengan ditambah plasticier agar meningkatkan  texture dan rasa pakainya.
7.      Humectant
Digunakan untuk merawat kulit agar tidak kering  yang mana sangat erat hubungannya dengan kelembutan kulit. Bahan yang biasa digunakan adalah;
  • Glyserin
  • Propilen glykol 
  • Sorbitol.
Bab 7
Formulasi praktis Sabun Hotel
a. Sabun hotel premium
No
Bahan
Berat ( gr )
kete
1
Soap noodles Pam kernel
10 000
Base soap
2
Titanium dioksida
50 - 150
Opacifier
3
Parfum
150 - 200
Pewangi
4
Methlen blue
qs
Pewarna biru
5
Tinopal GS
20 - 50
Opical brightener
6
Lanolin
100 - 200
Agent superfatt
7
Coco amido propil betaine
200 - 300
Scum dispersant
8
PEG castor oil
200 - 300
Humectan
9
BHT
10 - 20
Preservatives
10
BHA
10 - 20
Preservatives
11
EDTA
10 - 30
Chelating agent





B. Sabun hotel standard
No
Bahan
Berat ( gr )
kete
1
Soap noodles ( Palm oil )
10 000
Base soap
2
Titanium dioksida
20 -50
Opacifier
3
Parfum
80 - 200
Pewangi
4
Methylen blue
qs
Pewarna
5
Tinopal GS
20 - 30
Opical brightener
6
Petroleum jelly
100 - 200
Agent superfatt
7
SLES
200 - 300
Scum dispersant
8
Propilen glikol
200 - 300
Humectan
9
BHT
10 - 20
Preservatives
10
EDTA
10 - 30
Chelating agent





C. Sabun hotel ekonomis
No
Bahan
Berat ( gr )
kete
1
Soap noodles ( palm oil )
10 000
Base soap
2
Titanium dioksida
10 -20
Opacifier
3
Parfum
80 - 100
Pewangi
4
Methlen blue
qs
Pewarna biru
5
Tinopal GS
20 - 30
Opical brightener
6
White oil
100 - 200
Agent superfatt
7
Texaphone
200 - 300
Scum dispersant
8
Gliserin
200 - 300
Humectan
9
BHT
10 - 20
Preservatives
10
EDTA
10 - 30
Chelating agent